sakit memang ketika kita mengetahui orang yang paling kita sayangi lebih menyayangi orang lain....
malam itu masih di hari ulang tahunku, aku membuka sebuah akunku di media sosial. banyak teman-teman yang mengirimi aku ucapan selamat ulang tahun dan aku membalas mereka satu per satu. aku kaget ternyata ada seseorang yang mengucapkan selamat kepadaku yang aku tahu dulu dia adalah seorang perempuan yang ditaksir oleh laki-laki yang aku sayang. aku akhirnya membalas juga ucapan perempuan itu seperti aku membalas ucapan teman-temanku yang lain. dari balasanku tersebut, dia membalas lagi dan akhirnya kami pun mengobrol banyak malam itu. dari obrolanku dengan perempuan itu aku mengetahui bahwa ternyata selama beberapa minggu ini laki-laki itu sudah mendekati perempuan itu. dan sudah menyatakan cinta kepada perempuan itu. hubungan mereka sudah lebih dekat. dan laki-laki itu juga sudah menunjukkan keseriusan kepada perempuan itu. dan banyak hal rahasia yang aku tahu malam itu. sakit sekali rasanya tuhan. aku menangis semalaman malam itu. si perempuan mengatakan bahwa dia akan menjauhi laki-laki itu. tapi aku melarangnya, biarkan saja aku yang mengalah. aku tahu betapa dia (laki-laki) itu sudah mengejar-ngejar perempuan itu selama ini. aku tidak bisa memaksakan apapun supaya aku bisa bersamanya.
malam itu aku menangis sakit sekali yang aku rasa, benar-benar sakit. aku kecewa kenapa dia harus berbuat seperti ini kepadaku. apa salahku? aku tahu aku memang tidak ada hak untuk melarang-larangnya karena aku memang bukan siapa-siapa untuknya. tapi kenapa harus seperti ini kejadiannya? kenapa harus di hari ulang tahunku?
dari obrolan itu hubunganku dengan perempuan itu semakin dekat. dia sering meng-sms aku untuk cerita tentang hubungannya dengan laki-laki itu. dan sering juga meminta pendapatku. aku rasanya seperti sudah tidak kuat lagi menahan beban itu sendiri. sampai akhirnya aku jatuh sakit. awalnya aku hanya terkena thypus tapi lama-kelamaan ternyata setelah diperiksa aku positif terkena virus hepatitis A. mungkin karena efek kelelahan dengan kegiatan-kegiatanku yang padat ditambah masalah ini yang semakin membuatku stres dan akhirnya aku di rawat di sebuah rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang intensif.
ketika mereka mengetahui aku masuk rumah sakit, mereka berdua sama-sama khawatir tentang keadaanku. mereka berdua akhirnya datang bersama menjengukku. ketika pertama kali aku melihat mereka datang, jujur memang aku sedih dan kecewa. kenapa harus datang berdua? apa mereka benar-benar tidak tahu kalau aku semakin sakit kalau aku melihat mereka? atau memang disengaja seperti itu? aku berusaha tetap tersenyum ketika mereka datang bersama. hanya saja aku tidak bisa menyembunyikan rasa sakitku didepan mereka.
pengalaman yang gak akan pernah aku lupakan seumur hidupku. terima kasih sudah memberikan pengalaman itu untukku Tuhan.. sakitku yang aku rasakan semakin membuatku lebih kuat dari yang aku kira.
bertahan pada seseorang yang sudah mencintai kita, melihatnya berkali-kali bersama orang lain yang dia sayangi didepan kita, sakit yang sudah diberikan olehnya. perasaan yang di gantung-gantung seperti tidak berarti olehnya. kehadiran yang tidak pernah dihargai. semua sakit itu pernah aku rasakan. dalam sekali rasa sakit yang aku rasakan. tapi aku tetap berusaha untuk kuat berdiri di atas kakiku sendiri.
mereka berdua akhirnya bersama. aku mengetahui kabar itu setelah aku keluar dari rumah sakit. ya sudahlah mungkin ini takdirku. mungkin Tuhan menginginkan aku menjadi lebih kuat dari yang sekarang. hubunganku dengan mereka tetap baik. akan tetapi rasa sakit itu tetap menjadi trauma untukku. entah sampai kapan itu akan membekas.
tapi jujur dalam hatiku sesakit apapun dia menyakitiku, aku tetap menyayanginya... bodoh memang.. tapi itulah aku.. sekali aku menyayangi seseorang akan sulit untukku melepaskannya.
Selasa, 26 Agustus 2014
part 5
sungguh aneh perasaan yang aku miliki ini. mencintai seseorang yang sampai sedalam ini dan bertahan sampai sejauh ini meskipun aku tahu dia tidak pernah memberikan kepastian apapun untuk hubungan ini. aku tidak tahu kenapa dia melakukan ini padaku? dan apa juga tujuan dan maksud dia? bagaimana sejujurnya perasaannya terhadapku? aku tidak pernah tahu apakah dia memang benar-benar ingin menguji kesabaranku saja atau memang dia hanya sekedar main-main saja denganku. tapi aku tetap memilih bertahan dengannya dengan satu harapan dia bisa berubah dan memberi kepastian keseriusan denganku. apakah aku terlalu berlebihan berharap kepadanya?
beberapa bulan aku dekat dengannya tanpa ada status yang jelas. semua seakan sudah terbiasa buatku. menangis karenanya, tertawa karenanya, sakit karenanya, dan semua yang aku rasakan saat bersamanya semua seakan benar-benar terbiasa buatku. aku sempat mengetahui kedekatannya dengan beberapa perempuan lain. ya aku tahu itu tapi aku mencoba tetap bertahan untuknya meskipun sakit yang aku rasakan semakin dalam. mungkin mudah saja bagiku untuk mencari orang lain yang lebih baik darinya tapi aku lebih memilih untuk bertahan untuknya karena aku yakin suatu saat dia pasti kembali selain itu perasaan yang teramat dalam ini membuatku susah untuk melepaskannya.
suatu saat aku memutuskan untuk kuliah, tapi dia tidak setuju dengan keputusanku. alasannya pun menurutku tidak kuat. entahlah aku sendiri bingung kenapa dia tidak menyetujui aku memutuskan untuk kuliah. tapi aku tetap melakukan rencanaku untuk melanjutkan sekolah lagi di suatu universitas. karena aku tetap bersikeras ingin masuk perguruan tinggi, dia pun akhirnya menyetujui hal itu. hari itu tepat di hari ulang tahun adiknya, kami bertiga (aku, dia dan adiknya) makan bersama di sebuah rumah makan untuk merayakan hari jadi adiknya itu. senang rasanya bisa makan malam dengan mereka. di hari itu aku masih sangat ingat, dia berkata bahwa dia akan memberikan kepastian tentang hubunganku dengannya (balikan) kalau aku bisa masuk universitas negeri. senangnya aku saat mendengar ucapan itu. ya ucapan yang selama ini aku tunggu-tunggu. akhirnya aku pun berjuang agar bisa masuk di universitas negeri. dan alhamdulilah aku diterima di suatu universitas negeri. senang rasanya akhirnya aku bisa mewujudkan impianku sekaligus sebentar lagi kepastian hubunganku dengannya akan segera dia berikan juga.
hari itu aku mengkonfirmasi tentang kepastian hubungan kami. tapi tidak ada respon darinya. akupun menjalani ospek selama 1 minggu dan dia juga tidak menghubungi aku sama sekali. aku mencoba menghubunginya sesekali waktu tapi jarang di bls smsku. yasudahlah mungkin dia juga sibuk. akhirnya akupun tetap menjalani aktifitasku sebagai mahasiswa baru yang kala itu cukup disibukkan dengan beberapa tugas dari dosen dan kegiatan-kegiatan di kampus. selain itu aku juga sedang bekerja di sebuah apotek. semua kegiatanku cukup menguras tenaga dan waktuku. sampai akhirnya mendekati hari ulang tahunku aku mencoba menghubunginya lagi. dan alhamdulilah ada respon darinya. aku tidak membuang-buang kesempatan itu kupun bertanya untuk kesekian kalinya kepadanya tentang kepastian hubungan kami dan dia hanya menjawab "aku menunggu sampai kamu bisa beradaptasi sama lingkungan barumu di kampus" iya hanya itu saja. tanpa ada kepastian apa-apa lagi tepatnya kapan itu.aku hanya bisa terdiam dan menerima keputusannya saja.
semakin hari, hubunganku dengannya semakin terasa jauh. entah karena kesibukan masing-masing atau apa tapi aku merasa semakin jauh saja dengannya. seminggu sebelum hari ulang tahunku dia memang sama sekali tidak menghubungiku. dia seperti menghilang tanpa kabar apapun. aku masih terus menghubunginya meskipun dia tidak pernah membalasnya. akhirnya tepat di hari ulang tahunku aku mencoba mengkonfirmasi tentang keberadaannya dan menanyakan padanya apakah dia lupa dengan hari spesial itu untukku? dia menjawab dengan nada marah dia beralasan kalau dia sedang sibuk dengan acara di kampusnya dan pekerjaannya yang menuntutnya tidak sempat pulang ke rumah selama beberapa hari dan hal yang paling menyakitkan waktu itu dia ucapkan " kamu itu ulang tahun setiap tahun, gak usah kayak anak kecil yang setiap tahun aku harus mengucapkan selamat ulang tahun buat kamu" yaahhh menyakitkan memang. akupun kecewa dan sempat marah-marah juga dengannya. spesial moment yang aku harapkan di hari itu seperti berbalik menjadi monster moment.
hmmm.. aku pikir kejutan yang tidak mengenakkan sampai di situ saja, tapi ternyata masih ada kejutan lain dari Tuhan yang membuatku jatuh lebih sakit lagi dihari yang mungkin buat sebagian besar orang lain merupakan hari yang spesial tapi buatku hari itu seperti hari terburuk sepanjang hidupku..
beberapa bulan aku dekat dengannya tanpa ada status yang jelas. semua seakan sudah terbiasa buatku. menangis karenanya, tertawa karenanya, sakit karenanya, dan semua yang aku rasakan saat bersamanya semua seakan benar-benar terbiasa buatku. aku sempat mengetahui kedekatannya dengan beberapa perempuan lain. ya aku tahu itu tapi aku mencoba tetap bertahan untuknya meskipun sakit yang aku rasakan semakin dalam. mungkin mudah saja bagiku untuk mencari orang lain yang lebih baik darinya tapi aku lebih memilih untuk bertahan untuknya karena aku yakin suatu saat dia pasti kembali selain itu perasaan yang teramat dalam ini membuatku susah untuk melepaskannya.
suatu saat aku memutuskan untuk kuliah, tapi dia tidak setuju dengan keputusanku. alasannya pun menurutku tidak kuat. entahlah aku sendiri bingung kenapa dia tidak menyetujui aku memutuskan untuk kuliah. tapi aku tetap melakukan rencanaku untuk melanjutkan sekolah lagi di suatu universitas. karena aku tetap bersikeras ingin masuk perguruan tinggi, dia pun akhirnya menyetujui hal itu. hari itu tepat di hari ulang tahun adiknya, kami bertiga (aku, dia dan adiknya) makan bersama di sebuah rumah makan untuk merayakan hari jadi adiknya itu. senang rasanya bisa makan malam dengan mereka. di hari itu aku masih sangat ingat, dia berkata bahwa dia akan memberikan kepastian tentang hubunganku dengannya (balikan) kalau aku bisa masuk universitas negeri. senangnya aku saat mendengar ucapan itu. ya ucapan yang selama ini aku tunggu-tunggu. akhirnya aku pun berjuang agar bisa masuk di universitas negeri. dan alhamdulilah aku diterima di suatu universitas negeri. senang rasanya akhirnya aku bisa mewujudkan impianku sekaligus sebentar lagi kepastian hubunganku dengannya akan segera dia berikan juga.
hari itu aku mengkonfirmasi tentang kepastian hubungan kami. tapi tidak ada respon darinya. akupun menjalani ospek selama 1 minggu dan dia juga tidak menghubungi aku sama sekali. aku mencoba menghubunginya sesekali waktu tapi jarang di bls smsku. yasudahlah mungkin dia juga sibuk. akhirnya akupun tetap menjalani aktifitasku sebagai mahasiswa baru yang kala itu cukup disibukkan dengan beberapa tugas dari dosen dan kegiatan-kegiatan di kampus. selain itu aku juga sedang bekerja di sebuah apotek. semua kegiatanku cukup menguras tenaga dan waktuku. sampai akhirnya mendekati hari ulang tahunku aku mencoba menghubunginya lagi. dan alhamdulilah ada respon darinya. aku tidak membuang-buang kesempatan itu kupun bertanya untuk kesekian kalinya kepadanya tentang kepastian hubungan kami dan dia hanya menjawab "aku menunggu sampai kamu bisa beradaptasi sama lingkungan barumu di kampus" iya hanya itu saja. tanpa ada kepastian apa-apa lagi tepatnya kapan itu.aku hanya bisa terdiam dan menerima keputusannya saja.
semakin hari, hubunganku dengannya semakin terasa jauh. entah karena kesibukan masing-masing atau apa tapi aku merasa semakin jauh saja dengannya. seminggu sebelum hari ulang tahunku dia memang sama sekali tidak menghubungiku. dia seperti menghilang tanpa kabar apapun. aku masih terus menghubunginya meskipun dia tidak pernah membalasnya. akhirnya tepat di hari ulang tahunku aku mencoba mengkonfirmasi tentang keberadaannya dan menanyakan padanya apakah dia lupa dengan hari spesial itu untukku? dia menjawab dengan nada marah dia beralasan kalau dia sedang sibuk dengan acara di kampusnya dan pekerjaannya yang menuntutnya tidak sempat pulang ke rumah selama beberapa hari dan hal yang paling menyakitkan waktu itu dia ucapkan " kamu itu ulang tahun setiap tahun, gak usah kayak anak kecil yang setiap tahun aku harus mengucapkan selamat ulang tahun buat kamu" yaahhh menyakitkan memang. akupun kecewa dan sempat marah-marah juga dengannya. spesial moment yang aku harapkan di hari itu seperti berbalik menjadi monster moment.
hmmm.. aku pikir kejutan yang tidak mengenakkan sampai di situ saja, tapi ternyata masih ada kejutan lain dari Tuhan yang membuatku jatuh lebih sakit lagi dihari yang mungkin buat sebagian besar orang lain merupakan hari yang spesial tapi buatku hari itu seperti hari terburuk sepanjang hidupku..
Senin, 25 Agustus 2014
part 4
untuk bertahan dalam sebuah hubungan memang tidak mudah. dan aku sudah melakukan apa yang bisa aku lakukan untuk mempertahankan hubungan itu bersamanya. tapi mungkin memang bukan jalanku untuk berlama-lama dengannya.
waktu terus berlalu dan aku masih sendiri melewati semuanya. sudah lama aku tidak mendengar tentangnya. semenjak perpisahan waktu itu aku memang sudah tidak menghubunginya lagi. terkadang aku memang masih merindukannya, tapi setiap aku merindukannya aku mencoba mengalihkannya ke hal-hal lain. cukup lama aku tidak berhubungan dengannya. sampai akhirnya aku mendengar kabar bahwa dia mengalami kecelakaan motor. setelah mendengar kabar itu aku mencoba menghubunginya kembali hanya untuk menanyakan kebenaran kabar itu. dan ternyata memang benar dia mengalami kecelakaan. dia ditabrak sebuah sepeda motor sewaktu pulang kuliah. simpati terhadapnya, itu yang aku rasakan saat itu. rasanya aku ingin sekali menjenguknya dan menemaninya. setidaknya aku bisa melihat keadaannya.
dan akhirnya aku memberanikan diri untuk menjenguknya. pertama kali saat melihatnya sedih yang aku rasakan. luka-luka kecil yang ada disekitar tangannya, juga kakinya yang sakit sehingga membuatnya menjadi sedikit "pincang" jalannya. dia bercerita tentang kronologi kejadian kecelakaan itu. aku dengannya pun mengobrol lebih dalam lagi. dia menanyakan kabar dan tentang keadaanku selama aku tidak menghubunginya. akupun juga seperti itu. rasanya malam itu aku dengannya seperti kembali dekat. aku mengusapkan minyak di kakinya yang sakit sambil mengelus-elusnya. tersentuh sekali saat aku melakukan itu untuknya. sedih juga rasanya karena tersadar keadaan sekarang sudah benar-benar berbeda dan harus bertemu dengannya dengan keadaan dia yang seperti itu.
dari pertemuan itu aku dengannya kembali dekat. dekat yang lebih tepatnya hubungan yang lebih dari sekedar teman biasa. seperti sepasang kekasih tapi tidak ada status diantara kita. aku memang masih sangat menyayanginya, entah apa yang membuatku mau untuk menjalani hubungan tanpa status itu dengannya. yang aku tahu aku hanya ingin membuatnya senang dan mungkin dengan cara ini aku bisa kembali dengannya dan menjalin hubungan yang lebih baik lagi dari sebelum-sebelumnya. mungkin aku harus bisa lebih sabar lagi. itu yang aku pikirkan saat itu.
kedua keluarga baik itu di pihaknya (orangtuanya) maupun di pihakku (orangtuaku) sudah sama-sama welcome dengan hubungan ini bahkan dari aku dengannya pacaran pertama kali. dan kedekatan aku dengannya semakin dekat. tapi setiap aku menanyakan tentang kepastian hubunganku dengannya, dia selalu menghindari pertanyaan itu dan menjadi marah padaku. setiap aku menanyakan hal itu dia selalu berkata agar mencari yang lain saja jika aku sudah tidak mau dengannya.
bodoh sekali memang.
keputusanku untuk tetap bertahan dengannya membuatku merasakan sakit yang lebih sakit..
waktu terus berlalu dan aku masih sendiri melewati semuanya. sudah lama aku tidak mendengar tentangnya. semenjak perpisahan waktu itu aku memang sudah tidak menghubunginya lagi. terkadang aku memang masih merindukannya, tapi setiap aku merindukannya aku mencoba mengalihkannya ke hal-hal lain. cukup lama aku tidak berhubungan dengannya. sampai akhirnya aku mendengar kabar bahwa dia mengalami kecelakaan motor. setelah mendengar kabar itu aku mencoba menghubunginya kembali hanya untuk menanyakan kebenaran kabar itu. dan ternyata memang benar dia mengalami kecelakaan. dia ditabrak sebuah sepeda motor sewaktu pulang kuliah. simpati terhadapnya, itu yang aku rasakan saat itu. rasanya aku ingin sekali menjenguknya dan menemaninya. setidaknya aku bisa melihat keadaannya.
dan akhirnya aku memberanikan diri untuk menjenguknya. pertama kali saat melihatnya sedih yang aku rasakan. luka-luka kecil yang ada disekitar tangannya, juga kakinya yang sakit sehingga membuatnya menjadi sedikit "pincang" jalannya. dia bercerita tentang kronologi kejadian kecelakaan itu. aku dengannya pun mengobrol lebih dalam lagi. dia menanyakan kabar dan tentang keadaanku selama aku tidak menghubunginya. akupun juga seperti itu. rasanya malam itu aku dengannya seperti kembali dekat. aku mengusapkan minyak di kakinya yang sakit sambil mengelus-elusnya. tersentuh sekali saat aku melakukan itu untuknya. sedih juga rasanya karena tersadar keadaan sekarang sudah benar-benar berbeda dan harus bertemu dengannya dengan keadaan dia yang seperti itu.
dari pertemuan itu aku dengannya kembali dekat. dekat yang lebih tepatnya hubungan yang lebih dari sekedar teman biasa. seperti sepasang kekasih tapi tidak ada status diantara kita. aku memang masih sangat menyayanginya, entah apa yang membuatku mau untuk menjalani hubungan tanpa status itu dengannya. yang aku tahu aku hanya ingin membuatnya senang dan mungkin dengan cara ini aku bisa kembali dengannya dan menjalin hubungan yang lebih baik lagi dari sebelum-sebelumnya. mungkin aku harus bisa lebih sabar lagi. itu yang aku pikirkan saat itu.
kedua keluarga baik itu di pihaknya (orangtuanya) maupun di pihakku (orangtuaku) sudah sama-sama welcome dengan hubungan ini bahkan dari aku dengannya pacaran pertama kali. dan kedekatan aku dengannya semakin dekat. tapi setiap aku menanyakan tentang kepastian hubunganku dengannya, dia selalu menghindari pertanyaan itu dan menjadi marah padaku. setiap aku menanyakan hal itu dia selalu berkata agar mencari yang lain saja jika aku sudah tidak mau dengannya.
bodoh sekali memang.
keputusanku untuk tetap bertahan dengannya membuatku merasakan sakit yang lebih sakit..
Minggu, 24 Agustus 2014
part 3
aku memang kembali bersamanya. rasa bahagia itu memang sempat tercipta. tapi ternyata rasa sakit itu justru datang dan lebih sakit. bersamanya dengannya memang yang aku inginkan. tapi kenapa aku harus merasakan sakitnya lagi? apa mungkin ini yang namanya "karma"? Tuhan kenapa hidupku serumit ini.
sejak kembali kepadanya, statusku tidak diakui didepan teman-temannya. aku masih memaklumi itu karena dia beralasan untuk tidak menyakiti mantan kekasihnya yang waktu itu masih temanku dan masih satu lingkup karena kami masih sekolah. waktu pun berlalu begitu cepat, saat kelulusan sekolah menengah atas semakin dekat, dia yang mencoba-coba mencari pekerjaan sambil menyiapkan diri untuk masuk perguruan tinggi akhirnya diterima di sebuah rumah sakit. aku ikut senang waktu itu, meskipun saat itu aku belum mendapatkan pekerjaan, tapi aku selalu ingin menyuportnya atas apapun yang dia kerjakan. dan dia akhirnya juga diterima di sebuah universitas swasta yang cukup "elite". semua menambah rasa banggaku kepadanya.
semenjak dia bekerja, dia memang tidak punya banyak waktu untukku, dan aku mencoba memahaminya. aku belajar dari kesalahanku agar dia tidak merasa di kekang dan hubungan ini bisa bertahan lebih lama. itu yang ada dipikiranku saat itu. aku memang tidak pernah tahu dengan pasti apa yang dia lakukan dibelakangku. tapi aku sering mendapat kabar bahwa dia sedang dekat dengan rekan kerjanya. awalnya aku tidak percaya dan menganggapnya sebagai angin lalu saja. dan aku juga tidak berani membahasnya dengannya aku mencegah agar tidak terjadi pertengkaran antara aku dengannya. tapi kabar itu semakin kuat, akupun mulai mencari kebenarannya. ada saja info tentang mereka entah itu dari teman-teman yang dekat dengannya atau dari status-status yang dibuat oleh si-perempuan dari jejaring sosial yang semakin menguatkan kebenaran kabar itu.
akhirnya akupun memberanikan diri untuk bertanya baik-baik kepadanya. setelah aku bertanya kepadanya, jawaban yang aku dapat malah idak jelas. dia menjadi sangat marah dan justru menganggapku pencemburu dan suka berfikiran negatif terhadapnya. padahal awalnya aku hanya bertanya kepadanya tidak memiliki maksud apa-apa dan dengan nada yang biasa-biasa saja. tapi aku tidak menyangka bahwa dia akan semarah itu padaku. pertengkaran pun semakin sering terjadi. dia tidak terima dengan pertanyaanku waktu dan terus saja menuduhku berfikiran buruk tentangnya. sungguh aku semakin tidak mengerti dengannya. akhirnya aku memutuskan untuk tidak pernah membahasnya lagi demi menghindari pertengkaran itu. meskipun aku semakin tahu bahwa kabar itu memang benar. sudahlah Allah Maha tahu. pikirku saat itu.
hari-hari awal dia menghadapi ospek di universitas barunya. dia semakin jarang memberi kabar, dan akupun hanya bisa mengirimkannya sms untuk tidak lupa makan dan perhatian-perhatian lain kepadanya meskipun dia jarang sekali membalasnya tapi sekali lagi aku akan mencoba untuk mengerti keadaannya. sampai akhirnya saat itu, entah dimana hatinya saat itu dia terus saja menggodaku dengan berkata bahwa dia ingin selingkuh.. lucu memang.. tapi ternyata dibalik itu ada maksud darinya. dia mengakui padaku bahwa dia menyukai seseorang perempuan yang dia temui di kampusnya. dia bilang perempuan itu cantik, ramah, dan kalem sepertiku. dia juga bercerita bahwa dia sudah mendapatkan nomer hape perempuan itu dan sudah berhubungan dengannya. sungguh ini sebenarnya apa maksudnya Tuhan?? sakit sekali rasanya. aku memang menghargai kejujurannya. tapi sakit itu membuatku semakin merasa aku sudah ingin menyudahi semuanya.
ya, dan akhirnya pertengkaran itu dimulai lagi. dan lebih parah bahkan. sampai akhirnya dia meminta untuk istirahat dan menginstropeksi diri. dan aku menyetujuinya karena aku sendiri juga butuh waktu untuk berfikir dan menenangkan pikiranku. aku capek sekali menghadapi perselisihan-perselisihan yang sering terjadi di antara aku dan dia. dan 3 hari pun berlalu, dia akhirnya menghubungiku dan menanyakan kabarku. aku pikir dia akan merubah sikapnya dan meminta maaf kepadaku. tapi ternyata, dia memutuskan untuk mengakhiri hubunganku dengannya. entah alasannya apa. tapi saat itu aku sudah tidak punya daya untuk mempertahankan hubungan seperti itu dan akupun mengiyakan keputusannya itu.
sulit sekali berada di posisi seperti itu. hanya 3 bulan kebersamaan itu. dan semua lagi-lagi harus berakhir dengan cara yang menyedihkan seperti itu. tidak ada yang indah memang dalam sebuah perpisahan. tapi setiap kejadian yang aku lewati dengannya dari sebelumnya dan 3 bulan selanjutnya itu membuatku belajar tentang banyak hal.
bahwa dalam perasaan cinta, seharusnya tidak egois, lebih bisa menghargai dan memahami keadaan pasangan, lebih percaya dan menjaga hati pasangannya serta menyeimbangkan antara hati (perasaan) dan logika.
sejak kembali kepadanya, statusku tidak diakui didepan teman-temannya. aku masih memaklumi itu karena dia beralasan untuk tidak menyakiti mantan kekasihnya yang waktu itu masih temanku dan masih satu lingkup karena kami masih sekolah. waktu pun berlalu begitu cepat, saat kelulusan sekolah menengah atas semakin dekat, dia yang mencoba-coba mencari pekerjaan sambil menyiapkan diri untuk masuk perguruan tinggi akhirnya diterima di sebuah rumah sakit. aku ikut senang waktu itu, meskipun saat itu aku belum mendapatkan pekerjaan, tapi aku selalu ingin menyuportnya atas apapun yang dia kerjakan. dan dia akhirnya juga diterima di sebuah universitas swasta yang cukup "elite". semua menambah rasa banggaku kepadanya.
semenjak dia bekerja, dia memang tidak punya banyak waktu untukku, dan aku mencoba memahaminya. aku belajar dari kesalahanku agar dia tidak merasa di kekang dan hubungan ini bisa bertahan lebih lama. itu yang ada dipikiranku saat itu. aku memang tidak pernah tahu dengan pasti apa yang dia lakukan dibelakangku. tapi aku sering mendapat kabar bahwa dia sedang dekat dengan rekan kerjanya. awalnya aku tidak percaya dan menganggapnya sebagai angin lalu saja. dan aku juga tidak berani membahasnya dengannya aku mencegah agar tidak terjadi pertengkaran antara aku dengannya. tapi kabar itu semakin kuat, akupun mulai mencari kebenarannya. ada saja info tentang mereka entah itu dari teman-teman yang dekat dengannya atau dari status-status yang dibuat oleh si-perempuan dari jejaring sosial yang semakin menguatkan kebenaran kabar itu.
akhirnya akupun memberanikan diri untuk bertanya baik-baik kepadanya. setelah aku bertanya kepadanya, jawaban yang aku dapat malah idak jelas. dia menjadi sangat marah dan justru menganggapku pencemburu dan suka berfikiran negatif terhadapnya. padahal awalnya aku hanya bertanya kepadanya tidak memiliki maksud apa-apa dan dengan nada yang biasa-biasa saja. tapi aku tidak menyangka bahwa dia akan semarah itu padaku. pertengkaran pun semakin sering terjadi. dia tidak terima dengan pertanyaanku waktu dan terus saja menuduhku berfikiran buruk tentangnya. sungguh aku semakin tidak mengerti dengannya. akhirnya aku memutuskan untuk tidak pernah membahasnya lagi demi menghindari pertengkaran itu. meskipun aku semakin tahu bahwa kabar itu memang benar. sudahlah Allah Maha tahu. pikirku saat itu.
hari-hari awal dia menghadapi ospek di universitas barunya. dia semakin jarang memberi kabar, dan akupun hanya bisa mengirimkannya sms untuk tidak lupa makan dan perhatian-perhatian lain kepadanya meskipun dia jarang sekali membalasnya tapi sekali lagi aku akan mencoba untuk mengerti keadaannya. sampai akhirnya saat itu, entah dimana hatinya saat itu dia terus saja menggodaku dengan berkata bahwa dia ingin selingkuh.. lucu memang.. tapi ternyata dibalik itu ada maksud darinya. dia mengakui padaku bahwa dia menyukai seseorang perempuan yang dia temui di kampusnya. dia bilang perempuan itu cantik, ramah, dan kalem sepertiku. dia juga bercerita bahwa dia sudah mendapatkan nomer hape perempuan itu dan sudah berhubungan dengannya. sungguh ini sebenarnya apa maksudnya Tuhan?? sakit sekali rasanya. aku memang menghargai kejujurannya. tapi sakit itu membuatku semakin merasa aku sudah ingin menyudahi semuanya.
ya, dan akhirnya pertengkaran itu dimulai lagi. dan lebih parah bahkan. sampai akhirnya dia meminta untuk istirahat dan menginstropeksi diri. dan aku menyetujuinya karena aku sendiri juga butuh waktu untuk berfikir dan menenangkan pikiranku. aku capek sekali menghadapi perselisihan-perselisihan yang sering terjadi di antara aku dan dia. dan 3 hari pun berlalu, dia akhirnya menghubungiku dan menanyakan kabarku. aku pikir dia akan merubah sikapnya dan meminta maaf kepadaku. tapi ternyata, dia memutuskan untuk mengakhiri hubunganku dengannya. entah alasannya apa. tapi saat itu aku sudah tidak punya daya untuk mempertahankan hubungan seperti itu dan akupun mengiyakan keputusannya itu.
sulit sekali berada di posisi seperti itu. hanya 3 bulan kebersamaan itu. dan semua lagi-lagi harus berakhir dengan cara yang menyedihkan seperti itu. tidak ada yang indah memang dalam sebuah perpisahan. tapi setiap kejadian yang aku lewati dengannya dari sebelumnya dan 3 bulan selanjutnya itu membuatku belajar tentang banyak hal.
bahwa dalam perasaan cinta, seharusnya tidak egois, lebih bisa menghargai dan memahami keadaan pasangan, lebih percaya dan menjaga hati pasangannya serta menyeimbangkan antara hati (perasaan) dan logika.
part 2
kebersamaan dengannya memang berbeda dengan yang lain.. setiap momen yang tercipta bersamanya merupakan pengalaman yang baru buatku. dia mengajarkan banyak hal, membuatku menjadi tahu tentang dunia lebih luas lagi. banyak kenangan yang tercipta, suka, canda, sedih, kecewa, semua pernah aku rasakan bersamanya. kehadirannya dalam hidupku membuat hidupku lebih berwarna. hadirnya membawa arti yang mendalam untukku.
dan saat aku berpisah dengannya, sungguh rasanya aku seperti hancur dan tidak berarti lagi. warna-warni yang diciptakan saat bersamanya sekarang seperti menjadi gelap tanpa warna. sangat kehilangan. iya, mungkin itu yang aku rasakan saat itu. aku sangat bergantung dengannya. sehingga saat aku berpisah dengannya, rasanya untuk berdiri di atas kakiku sendiri aku seperti tidak sanggup. apakah aku benar-benar mencintainya Tuhan? itu yang selalu aku tanyakan setiap aku mengingatnya..
walaupun sakit harus melihatnya setiap hari tapi dengan keadaan yang berbeda, aku berusaha tidak memperlihatkan padanya. setelah berpisah denganku entah apa yang salah dengannya, aku melihatnya beberapa kali dekat dengan perempuan. bahkan di depanku pun dia tidak sungkan memperlihatkan kedekatannya dengan perempuan lain. ya, memang itu sudah menjadi haknya dengan siapa dia ingin kembali menjalin hubungan dengan orang lain. tapi terkadang aku berfikir kenapa dia harus memperlihatkannya di depanku? tidakkah dia tahu kalau aku cemburu? kalau aku sakit melihatnya? apa dia memang tidak tahu dengan keadaan itu? atau pura-pura tidak tahu? atau bahkan memang di sengaja olehnya? sedih rasanya melihat dia seperti itu.
sampai akhirnya kejadian yang paling aku takutkan terjadi. dia memutuskan untuk menjalin hubungan yang baru dengan teman sekelasku. saat aku tahu tentang itu, rasanya aku semakin ingin marah kepadanya dan mengatakan padanya kenapa dia setega ini sama aku? apa dia ingin benar-benar membuatku sakit hati? aku tahu memang itu sudah menjadi haknya, tapi setidaknya pikirkanlah sedikit saja tentang perasaanku.
setiap hari sejak kejadian itu aku menjadi sering melihat mereka berdua bersama. melakukan hal yang dulu pernah aku lakukan bersamanya, dan melihat mereka bersenda gurau bersama. rasanya sakit sekali Tuhan. teman-teman lain yang menjadi benci denganku dan sering membicarakan keburukan tentangku dibelakangku. mereka menganggapku sudah mempermainkannya dan hanya memanfaatkannya selama aku bersama dengannya. entah dari mana mereka bisa menyebarkan fitnah itu tapi yang jelas aku berusaha untuk bangkit dan membuktikan kepada mereka bahwa aku baik-baik saja tanpa d ia. meskipun semua itu semakin menambah rasa sakitku. aku hanya bisa diam dan menganggap tidak pernah terjadi apa-apa, tidak mendengar dan tidak melihat apapun.. dan aku berharap semua cepat berlalu..
6 bulan sudah aku bertahan, sampai pada akhirnya entah apa yang membawanya kembali menghubungiku. dia meminta maaf kepadaku dan berkata kalau aku masih menjadi yang paling baik buatnya. aku memang sudah memaafkannya, tapi jujur saja aku masih bisa merasakan sakit itu. meskipun aku tidak mau membohongi diriku sendiri kalau aku masih menyayanginya dan berharap dia kembali padaku.
hubunganku dengannya kembali dekat. aku seperti menjadi kekasihnya lagi, meskipun aku tahu dia masih menjadi milik orang lain. tapi entah kenapa aku mau saja menjadi yang kedua untuknya saat itu. bodoh! jahat! iya, memang aku merasa seperti itu. tapi aku seakan tidak bisa berbuat apapun. rasa saynagku kepadanya membuatku menjadi menutup mata dan hatiku.
aku baru merasakan bagaimana rasanya menjadi selingkuhan itu seperti apa? iyaa konyol memang, jelas itu perbuatan yang sangat keji. apalagi aku menjadi selingkuhan dari kekasih temanku sendiri saat itu. semua semakin rumit, rasa bahagia yang aku damba saat aku bisa bersamanya mungkin hanya sebagai impian belaka. yang ada saat itu aku malah merasa sakit. sakit menjadi orang jahat dan menyakiti teman sendiri tapi aku seakan tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. akhirnya aku memberanikan diri untuk meminta kepastian kepadanya. aku sendiri sangat lelah dengan permainan ini dan aku tidak ingin semakin menyakiti hati temanku sendiri. dan akhirnya juga dia memberikan kepastian itu. dia memutuskan hubungannya dengan temanku dan kembali padaku.
jahat sekali aku.. iyaa memang jahat. tapi aku harus bagaimana lagi. aku juga tidak mau kehilangannya. aku masih sangat menyayanginya.
dan saat aku berpisah dengannya, sungguh rasanya aku seperti hancur dan tidak berarti lagi. warna-warni yang diciptakan saat bersamanya sekarang seperti menjadi gelap tanpa warna. sangat kehilangan. iya, mungkin itu yang aku rasakan saat itu. aku sangat bergantung dengannya. sehingga saat aku berpisah dengannya, rasanya untuk berdiri di atas kakiku sendiri aku seperti tidak sanggup. apakah aku benar-benar mencintainya Tuhan? itu yang selalu aku tanyakan setiap aku mengingatnya..
walaupun sakit harus melihatnya setiap hari tapi dengan keadaan yang berbeda, aku berusaha tidak memperlihatkan padanya. setelah berpisah denganku entah apa yang salah dengannya, aku melihatnya beberapa kali dekat dengan perempuan. bahkan di depanku pun dia tidak sungkan memperlihatkan kedekatannya dengan perempuan lain. ya, memang itu sudah menjadi haknya dengan siapa dia ingin kembali menjalin hubungan dengan orang lain. tapi terkadang aku berfikir kenapa dia harus memperlihatkannya di depanku? tidakkah dia tahu kalau aku cemburu? kalau aku sakit melihatnya? apa dia memang tidak tahu dengan keadaan itu? atau pura-pura tidak tahu? atau bahkan memang di sengaja olehnya? sedih rasanya melihat dia seperti itu.
sampai akhirnya kejadian yang paling aku takutkan terjadi. dia memutuskan untuk menjalin hubungan yang baru dengan teman sekelasku. saat aku tahu tentang itu, rasanya aku semakin ingin marah kepadanya dan mengatakan padanya kenapa dia setega ini sama aku? apa dia ingin benar-benar membuatku sakit hati? aku tahu memang itu sudah menjadi haknya, tapi setidaknya pikirkanlah sedikit saja tentang perasaanku.
setiap hari sejak kejadian itu aku menjadi sering melihat mereka berdua bersama. melakukan hal yang dulu pernah aku lakukan bersamanya, dan melihat mereka bersenda gurau bersama. rasanya sakit sekali Tuhan. teman-teman lain yang menjadi benci denganku dan sering membicarakan keburukan tentangku dibelakangku. mereka menganggapku sudah mempermainkannya dan hanya memanfaatkannya selama aku bersama dengannya. entah dari mana mereka bisa menyebarkan fitnah itu tapi yang jelas aku berusaha untuk bangkit dan membuktikan kepada mereka bahwa aku baik-baik saja tanpa d ia. meskipun semua itu semakin menambah rasa sakitku. aku hanya bisa diam dan menganggap tidak pernah terjadi apa-apa, tidak mendengar dan tidak melihat apapun.. dan aku berharap semua cepat berlalu..
6 bulan sudah aku bertahan, sampai pada akhirnya entah apa yang membawanya kembali menghubungiku. dia meminta maaf kepadaku dan berkata kalau aku masih menjadi yang paling baik buatnya. aku memang sudah memaafkannya, tapi jujur saja aku masih bisa merasakan sakit itu. meskipun aku tidak mau membohongi diriku sendiri kalau aku masih menyayanginya dan berharap dia kembali padaku.
hubunganku dengannya kembali dekat. aku seperti menjadi kekasihnya lagi, meskipun aku tahu dia masih menjadi milik orang lain. tapi entah kenapa aku mau saja menjadi yang kedua untuknya saat itu. bodoh! jahat! iya, memang aku merasa seperti itu. tapi aku seakan tidak bisa berbuat apapun. rasa saynagku kepadanya membuatku menjadi menutup mata dan hatiku.
aku baru merasakan bagaimana rasanya menjadi selingkuhan itu seperti apa? iyaa konyol memang, jelas itu perbuatan yang sangat keji. apalagi aku menjadi selingkuhan dari kekasih temanku sendiri saat itu. semua semakin rumit, rasa bahagia yang aku damba saat aku bisa bersamanya mungkin hanya sebagai impian belaka. yang ada saat itu aku malah merasa sakit. sakit menjadi orang jahat dan menyakiti teman sendiri tapi aku seakan tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. akhirnya aku memberanikan diri untuk meminta kepastian kepadanya. aku sendiri sangat lelah dengan permainan ini dan aku tidak ingin semakin menyakiti hati temanku sendiri. dan akhirnya juga dia memberikan kepastian itu. dia memutuskan hubungannya dengan temanku dan kembali padaku.
jahat sekali aku.. iyaa memang jahat. tapi aku harus bagaimana lagi. aku juga tidak mau kehilangannya. aku masih sangat menyayanginya.
Sabtu, 23 Agustus 2014
part 1
awal pertama aku bertemu dengannya.. sedikitpun gak pernah terbesit dalam benakku kalau aku akan mempunyai cerita bersamanya.. sosok seorang laki2 yang tinggi, kurus, berwajah biasa2 saja..tapi.. ternyata Tuhan berkata lain.. cerita bersamanya bahkan lebih dari yang aku perkirakan.. aku tidak menyangka bahwa aku akan jatuh terlalu dalam.. dia laki2 yang pertama kali bisa sesabar itu dalam menghadapi setiap tingkah lakuku yang terkadang kekanak-kanakan.. dulu saat pertama kali aku memutuskan untuk bersamanya, aku akui memang aku tidak berniat serius dengannya.. aku hanya sekedar coba2 saja.. karena situasi saat itu aku sedang merasakan sakit hati dengan orang lain dan juga ingin sekali melupakan orang itu.. jadi aku terima saja cintanya waktu itu.. tapi dalam lubuk hatiku sedikitpun aku tidak pernah berniat mempermainkannya.. dia sangat baik, pengertian, sabar, dan yang pasti dia selalu ingin membuatku senang ketika aku bersamanya..
tapi aku, yang waktu itu masih labil.. terkadang aku melakukan hal2 yang tidak aku sadar itu menyakitinya.. emosiku yang meledak2 sering menyebabkan terjadi pertengkaran diantara aku dan dia.. tapi dia selalu sabar dan mengalah.. setiap perkataannya yang sebenarnya dia hanya bercanda, tapi aku malah menganggapnya serius dan sering marah kepadanya.. tapi tetap saja dia selalu sabar dan mengerti aku.. sampai pada akhirnya aku menjadi tergantung dengannya..
entah mulai sejak kapan aku merasakan perasaan jatuh cinta itu kepadanya.. tapi.. yang aku ingat.. aku sering membatasi setiap kegiatannya hanya untuk bisa bersamaku atau hanya sekedar agar aku tidak cemburu ketika aku mulai merasakan rasa cinta itu.. saat itu, aku hanya berpikiran.. aku tidak mau kehilangannya.. aku ingin memilikinya dan aku ingin dia tetap bersamaku..
miris memang rasanya.. yaa.. kesalahan2 itulah yang akhirnya membuat hubunganku dengannya tidak bisa dipertahankan lagi.. mungkin memang benar orang bilang.. "sabar itu ada batasnya".. dia sudah bersabar sangat banyak saat bersamaku.. tapi aku malah merusaknya dengan tingkah lakuku sendiri yang masih kekanak-kanakan dan tidak pernah bisa mengerti dia.
cerita itu berakhir setelah terbangun hampir 10 bulan.. dan aku baru tersadar saat semua sudah terlambat.. rasanya aku ingin menebus semua kesalahanku.. tapi aku tidak mau lebih menyakitinya lagi..akhirnya aku melepaskannya pergi saat itu.. aku biarkan dia mencari seseorang yang lebih baik dariku..
tapi ternyata.. melupakannya tidak semudah yang aku bayangkan.. perasaan sayang yang semakin dalam juga rasa bersalah itu slalu membuatku ingin bersama dengannya lagi.. dia semakin jauh dariku.. dan aku pikir sudah tidak ada lagi kesempatan itu.. tapi.. ternyata Tuhan berkata lain.. to be continue..
tapi aku, yang waktu itu masih labil.. terkadang aku melakukan hal2 yang tidak aku sadar itu menyakitinya.. emosiku yang meledak2 sering menyebabkan terjadi pertengkaran diantara aku dan dia.. tapi dia selalu sabar dan mengalah.. setiap perkataannya yang sebenarnya dia hanya bercanda, tapi aku malah menganggapnya serius dan sering marah kepadanya.. tapi tetap saja dia selalu sabar dan mengerti aku.. sampai pada akhirnya aku menjadi tergantung dengannya..
entah mulai sejak kapan aku merasakan perasaan jatuh cinta itu kepadanya.. tapi.. yang aku ingat.. aku sering membatasi setiap kegiatannya hanya untuk bisa bersamaku atau hanya sekedar agar aku tidak cemburu ketika aku mulai merasakan rasa cinta itu.. saat itu, aku hanya berpikiran.. aku tidak mau kehilangannya.. aku ingin memilikinya dan aku ingin dia tetap bersamaku..
miris memang rasanya.. yaa.. kesalahan2 itulah yang akhirnya membuat hubunganku dengannya tidak bisa dipertahankan lagi.. mungkin memang benar orang bilang.. "sabar itu ada batasnya".. dia sudah bersabar sangat banyak saat bersamaku.. tapi aku malah merusaknya dengan tingkah lakuku sendiri yang masih kekanak-kanakan dan tidak pernah bisa mengerti dia.
cerita itu berakhir setelah terbangun hampir 10 bulan.. dan aku baru tersadar saat semua sudah terlambat.. rasanya aku ingin menebus semua kesalahanku.. tapi aku tidak mau lebih menyakitinya lagi..akhirnya aku melepaskannya pergi saat itu.. aku biarkan dia mencari seseorang yang lebih baik dariku..
tapi ternyata.. melupakannya tidak semudah yang aku bayangkan.. perasaan sayang yang semakin dalam juga rasa bersalah itu slalu membuatku ingin bersama dengannya lagi.. dia semakin jauh dariku.. dan aku pikir sudah tidak ada lagi kesempatan itu.. tapi.. ternyata Tuhan berkata lain.. to be continue..
salam awal
semua orang pasti pernah merasakan "galau" (sedih, kecewa, nangis, patah hati, bahkan susah buat move on dari seseorang).. terkadang kita berfikir kalau dunia ini seakan tidak adil ketika kita merasakan itu semua.. tapi.. dibalik perasaan sakit itu sebenarnya Tuhan akan menjadikan kita lebih kuat dari sebelumnya jika kita bisa melewati semuanya..
senang, bahagia, kecewa, sedih, bahkan patah hati merupakan satu paket saat kita telah memutuskan untuk mencintai seseorang.. cinta bukan hanya sekedar tentang kebahagiaan saja bukan? tapi cinta juga bisa bercerita tentang kepedihan, jatuh, dan sakit yang mendalam..
berceritra soal cinta.. penulis ini sebenarnya merupakan salah satu dari golongan susah move on.. tapi disini penulis hanya ingin berbagi tentang apa itu cinta? bagaimana rasanya bahagia saat bersama dengan orang yang dicintai? bagaimana sakitnya bertahan? kita sama2 akan berbagi pengalaman soal cinta dan tentang rasa galau yang sering menyelimuti saat kita sedang merindukan seseorang, sakit hati, kecewa, dan lain sebagainya.. bukan untuk membicarakan aib seseorang.. tapi, lebih untuk saling menguatkan dan belajar bersama..
senang, bahagia, kecewa, sedih, bahkan patah hati merupakan satu paket saat kita telah memutuskan untuk mencintai seseorang.. cinta bukan hanya sekedar tentang kebahagiaan saja bukan? tapi cinta juga bisa bercerita tentang kepedihan, jatuh, dan sakit yang mendalam..
berceritra soal cinta.. penulis ini sebenarnya merupakan salah satu dari golongan susah move on.. tapi disini penulis hanya ingin berbagi tentang apa itu cinta? bagaimana rasanya bahagia saat bersama dengan orang yang dicintai? bagaimana sakitnya bertahan? kita sama2 akan berbagi pengalaman soal cinta dan tentang rasa galau yang sering menyelimuti saat kita sedang merindukan seseorang, sakit hati, kecewa, dan lain sebagainya.. bukan untuk membicarakan aib seseorang.. tapi, lebih untuk saling menguatkan dan belajar bersama..
Langganan:
Komentar (Atom)