Minggu, 24 Agustus 2014

part 2

kebersamaan dengannya memang berbeda dengan yang lain.. setiap momen yang tercipta bersamanya merupakan pengalaman yang baru buatku. dia mengajarkan banyak hal, membuatku menjadi tahu tentang dunia lebih luas lagi. banyak kenangan yang tercipta, suka, canda, sedih, kecewa, semua pernah aku rasakan bersamanya. kehadirannya dalam hidupku membuat hidupku lebih berwarna. hadirnya membawa arti yang mendalam untukku.
dan saat aku berpisah dengannya, sungguh rasanya aku seperti hancur dan tidak berarti lagi. warna-warni yang diciptakan saat bersamanya sekarang seperti menjadi gelap tanpa warna. sangat kehilangan. iya, mungkin itu yang aku rasakan saat itu. aku sangat bergantung dengannya. sehingga saat aku berpisah dengannya, rasanya untuk berdiri di atas kakiku sendiri aku seperti tidak sanggup. apakah aku benar-benar mencintainya Tuhan? itu yang selalu aku tanyakan setiap aku mengingatnya..
walaupun sakit harus melihatnya setiap hari tapi dengan keadaan yang berbeda, aku berusaha tidak memperlihatkan padanya. setelah berpisah denganku entah apa yang salah dengannya, aku melihatnya beberapa kali dekat dengan perempuan. bahkan di depanku pun dia tidak sungkan memperlihatkan kedekatannya dengan perempuan lain. ya, memang itu sudah menjadi haknya dengan siapa dia ingin kembali menjalin hubungan dengan orang lain. tapi terkadang aku berfikir kenapa dia harus memperlihatkannya di depanku? tidakkah dia tahu kalau aku cemburu? kalau aku sakit melihatnya? apa dia memang tidak tahu dengan keadaan itu? atau pura-pura tidak tahu? atau bahkan memang di sengaja olehnya? sedih rasanya melihat dia seperti itu.
sampai akhirnya kejadian yang paling aku takutkan terjadi. dia memutuskan untuk menjalin hubungan yang baru dengan teman sekelasku. saat aku tahu tentang itu, rasanya aku semakin ingin marah kepadanya dan mengatakan padanya kenapa dia setega ini sama aku? apa dia ingin benar-benar membuatku sakit hati? aku tahu memang itu sudah menjadi haknya, tapi setidaknya pikirkanlah sedikit saja tentang perasaanku.
setiap hari sejak kejadian itu aku menjadi sering melihat mereka berdua bersama. melakukan hal yang dulu pernah aku lakukan bersamanya, dan melihat mereka bersenda gurau bersama. rasanya sakit sekali Tuhan. teman-teman lain yang menjadi benci denganku dan sering membicarakan keburukan tentangku dibelakangku. mereka menganggapku sudah mempermainkannya dan hanya memanfaatkannya selama aku bersama dengannya. entah dari mana mereka bisa menyebarkan fitnah itu tapi yang jelas aku berusaha untuk bangkit dan membuktikan kepada mereka bahwa aku baik-baik saja tanpa d ia. meskipun semua itu semakin menambah rasa sakitku. aku hanya bisa diam dan menganggap tidak pernah terjadi apa-apa, tidak mendengar dan tidak melihat apapun.. dan aku berharap semua cepat berlalu..
6 bulan sudah aku bertahan, sampai pada akhirnya entah apa yang membawanya kembali menghubungiku. dia meminta maaf kepadaku dan berkata kalau aku masih menjadi yang paling baik buatnya. aku memang sudah memaafkannya, tapi jujur saja aku masih bisa merasakan sakit itu. meskipun aku tidak mau membohongi diriku sendiri kalau aku masih menyayanginya dan berharap dia kembali padaku.
hubunganku dengannya kembali dekat. aku seperti menjadi kekasihnya lagi, meskipun aku tahu dia masih menjadi milik orang lain. tapi entah kenapa aku mau saja menjadi yang kedua untuknya saat itu. bodoh! jahat! iya, memang aku merasa seperti itu. tapi aku seakan tidak bisa berbuat apapun. rasa saynagku kepadanya membuatku menjadi menutup mata dan hatiku.
aku baru merasakan bagaimana rasanya menjadi selingkuhan itu seperti apa? iyaa konyol memang, jelas itu perbuatan yang sangat keji. apalagi aku menjadi selingkuhan dari kekasih temanku sendiri saat itu. semua semakin rumit, rasa bahagia yang aku damba saat aku bisa bersamanya mungkin hanya sebagai impian belaka. yang ada saat itu aku malah merasa sakit. sakit menjadi orang jahat dan menyakiti teman sendiri tapi aku seakan tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. akhirnya aku memberanikan diri untuk meminta kepastian kepadanya. aku sendiri sangat lelah dengan permainan ini dan aku tidak ingin semakin menyakiti hati temanku sendiri. dan akhirnya juga dia memberikan kepastian itu. dia memutuskan hubungannya dengan temanku dan kembali padaku.
jahat sekali aku.. iyaa memang jahat. tapi aku harus bagaimana lagi. aku juga tidak mau kehilangannya. aku masih sangat menyayanginya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar