untuk bertahan dalam sebuah hubungan memang tidak mudah. dan aku sudah melakukan apa yang bisa aku lakukan untuk mempertahankan hubungan itu bersamanya. tapi mungkin memang bukan jalanku untuk berlama-lama dengannya.
waktu terus berlalu dan aku masih sendiri melewati semuanya. sudah lama aku tidak mendengar tentangnya. semenjak perpisahan waktu itu aku memang sudah tidak menghubunginya lagi. terkadang aku memang masih merindukannya, tapi setiap aku merindukannya aku mencoba mengalihkannya ke hal-hal lain. cukup lama aku tidak berhubungan dengannya. sampai akhirnya aku mendengar kabar bahwa dia mengalami kecelakaan motor. setelah mendengar kabar itu aku mencoba menghubunginya kembali hanya untuk menanyakan kebenaran kabar itu. dan ternyata memang benar dia mengalami kecelakaan. dia ditabrak sebuah sepeda motor sewaktu pulang kuliah. simpati terhadapnya, itu yang aku rasakan saat itu. rasanya aku ingin sekali menjenguknya dan menemaninya. setidaknya aku bisa melihat keadaannya.
dan akhirnya aku memberanikan diri untuk menjenguknya. pertama kali saat melihatnya sedih yang aku rasakan. luka-luka kecil yang ada disekitar tangannya, juga kakinya yang sakit sehingga membuatnya menjadi sedikit "pincang" jalannya. dia bercerita tentang kronologi kejadian kecelakaan itu. aku dengannya pun mengobrol lebih dalam lagi. dia menanyakan kabar dan tentang keadaanku selama aku tidak menghubunginya. akupun juga seperti itu. rasanya malam itu aku dengannya seperti kembali dekat. aku mengusapkan minyak di kakinya yang sakit sambil mengelus-elusnya. tersentuh sekali saat aku melakukan itu untuknya. sedih juga rasanya karena tersadar keadaan sekarang sudah benar-benar berbeda dan harus bertemu dengannya dengan keadaan dia yang seperti itu.
dari pertemuan itu aku dengannya kembali dekat. dekat yang lebih tepatnya hubungan yang lebih dari sekedar teman biasa. seperti sepasang kekasih tapi tidak ada status diantara kita. aku memang masih sangat menyayanginya, entah apa yang membuatku mau untuk menjalani hubungan tanpa status itu dengannya. yang aku tahu aku hanya ingin membuatnya senang dan mungkin dengan cara ini aku bisa kembali dengannya dan menjalin hubungan yang lebih baik lagi dari sebelum-sebelumnya. mungkin aku harus bisa lebih sabar lagi. itu yang aku pikirkan saat itu.
kedua keluarga baik itu di pihaknya (orangtuanya) maupun di pihakku (orangtuaku) sudah sama-sama welcome dengan hubungan ini bahkan dari aku dengannya pacaran pertama kali. dan kedekatan aku dengannya semakin dekat. tapi setiap aku menanyakan tentang kepastian hubunganku dengannya, dia selalu menghindari pertanyaan itu dan menjadi marah padaku. setiap aku menanyakan hal itu dia selalu berkata agar mencari yang lain saja jika aku sudah tidak mau dengannya.
bodoh sekali memang.
keputusanku untuk tetap bertahan dengannya membuatku merasakan sakit yang lebih sakit..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar