Sabtu, 23 Agustus 2014

part 1

awal pertama aku bertemu dengannya.. sedikitpun gak pernah terbesit dalam benakku kalau aku akan mempunyai cerita bersamanya.. sosok seorang laki2 yang tinggi, kurus, berwajah biasa2 saja..tapi.. ternyata Tuhan berkata lain.. cerita bersamanya bahkan lebih dari yang aku perkirakan.. aku tidak menyangka bahwa aku akan jatuh terlalu dalam.. dia laki2 yang pertama kali bisa sesabar itu dalam menghadapi setiap tingkah lakuku yang terkadang kekanak-kanakan.. dulu saat pertama kali aku memutuskan untuk bersamanya, aku akui memang aku tidak berniat serius dengannya.. aku hanya sekedar coba2 saja.. karena situasi saat itu aku sedang merasakan sakit hati dengan orang lain dan juga ingin sekali melupakan orang itu.. jadi aku terima saja cintanya waktu itu.. tapi dalam lubuk hatiku sedikitpun aku tidak pernah berniat mempermainkannya.. dia sangat baik, pengertian, sabar, dan yang pasti dia selalu ingin membuatku senang ketika aku bersamanya..
tapi aku, yang waktu itu masih labil.. terkadang aku melakukan hal2 yang tidak aku sadar itu menyakitinya.. emosiku yang meledak2 sering menyebabkan terjadi pertengkaran diantara aku dan dia.. tapi dia selalu sabar dan mengalah.. setiap perkataannya yang sebenarnya dia hanya bercanda, tapi aku malah menganggapnya serius dan sering marah kepadanya.. tapi tetap saja dia selalu sabar dan mengerti aku.. sampai pada akhirnya aku menjadi tergantung dengannya..
entah mulai sejak kapan aku merasakan perasaan jatuh cinta itu kepadanya.. tapi.. yang aku ingat.. aku sering membatasi setiap kegiatannya hanya untuk bisa bersamaku atau hanya sekedar agar aku tidak cemburu ketika aku mulai merasakan rasa cinta itu.. saat itu, aku hanya berpikiran.. aku tidak mau kehilangannya.. aku ingin memilikinya dan aku ingin dia tetap bersamaku..
miris memang rasanya.. yaa.. kesalahan2 itulah yang akhirnya membuat hubunganku dengannya tidak bisa dipertahankan lagi.. mungkin memang benar orang bilang.. "sabar itu ada batasnya".. dia sudah bersabar sangat banyak saat bersamaku.. tapi aku malah merusaknya dengan tingkah lakuku sendiri yang masih kekanak-kanakan dan tidak pernah bisa mengerti dia.
cerita itu berakhir setelah terbangun hampir 10 bulan.. dan aku baru tersadar saat semua sudah terlambat.. rasanya aku ingin menebus semua kesalahanku.. tapi aku tidak mau lebih menyakitinya lagi..akhirnya aku melepaskannya pergi saat itu.. aku biarkan dia mencari seseorang yang lebih baik dariku..
tapi ternyata.. melupakannya tidak semudah yang aku bayangkan.. perasaan sayang yang semakin dalam juga rasa bersalah itu slalu membuatku ingin bersama dengannya lagi.. dia semakin jauh dariku.. dan aku pikir sudah tidak ada lagi kesempatan itu.. tapi.. ternyata Tuhan berkata lain.. to be continue..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar